Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

Pasar Glaeng Perlu Segera Dibenahi

Admin Web OPD
Berita
28 November 2015 08:29:13

Image Berita


Menyongsong realisasi pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), pasar Glaeng di Pedukuhan Glaeng, Desa Sindutan Kecamatan Temon perlu dibenahi. Pasar yang berlokasi di sebelah timur jembatan Congot itu akan menjadi tempat yang sangat strategis. Sebab, lokasinya berada di dekat pintu bandara dari arah barat.

Demikian dikatakan Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo Muhtarom Asrori SH saat melakukan kunjungan lapangan bersama segenap anggota komisi di pasar tersebut, Jumat (27/11). “Setelah bandara beroperasi, tempat ini akan sangat ramai. Masyarakat butuh pasar yang representatif untuk memenuhi kebutuhannya. Termasuk pengunjung bandara dari Purworejo, Kebumen dan sekitarnya,” ujar Muhtarom.

Menurut politisi PAN tersebut, saat ini kondisi pasar Glaeng kurang memadai. Selain lokasinya relatif sempit kondisi sarana prasarananya juga kurang mendukung kebutuhan pedagang dan pembeli yang datang. Area parkir berada di badan jalan raya dan banyak pedagang yang tidak tertampung di los.

Oleh karenanya, Muhtarom berharap agar Pemkab segera membenahi pasar tersebut. Menurut dia ada beberapa alternatif pembenahan yang bisa dilakukan. Antara lain, dengan membuat bangunan bertingkat atau memindah lokasi pasar ke tempat lain.

“Akan lebih ideal bila lokasi dipindah. Yakni di sebelah utara jalan nasional yang lokasi dan aksesnya lebih luas,” tandas Muhtarom.

Senada dengan Muhtarom, anggota Komisi II Priyo Santoso SH menilai pasar Glaeng perlu pembenahan agar semua lapisan masyarakat tertarik untuk berbelanja di pasar tersebut. Selain sarana dan prasarana, yang perlu ditingkatkan adalah penataan dagangan.

“Kalau kondisinya seperti ini, masyarakat golongan menengah ke atas akan segan untuk datang berbelanja. Mereka lebih suka berbelanja di toko-toko modern. Tentu akan lain bila kondisi pasar bagus, bersih dan dagangannya tertata dengan baik,” timpal Priyo.

Sedangkan anggota Komisi II yang lain Titik Wijayanti SE menyoroti kondisi MCK yang dinilainya kurang memadai. Menurut dia, satu unit MCK yang terdiri dari empat kamar mandi kurang proporsional dengan jumlah pedagang dan pengunjung yang jumlahnya ratusan orang. Seharusnya ditambah, tukas Titik.

Menurut petugas lapangan Kusni Subagyo, pasar Glaeng menempati tanah kas desa Sindutan dengan luas sekitar 6.500 meter persegi. Pasar tersebut beroperasi setiap hari Selasa dan Jumat. Dengan jumlah pedagang sekitar 230 orang. Sebagian besar pedagang menempati delapan los yang ada. Karena los tidak bisa menampung seluruhnya, sebagian pedagang berjualan di luar los.

Dikatakan, dari sekitar 230 pedagang setiap hari pasaran diperoleh retribusi kurang lebih Rp 125.000,-. Setiap pedagang, kata dia, dipungut retribusi Rp 200,- dan jasa kebersihan juga Rp 200,-.

Menyinggung keberadaan MCK, Kusni mengakui banyak keluhan dari pedagang agar jumlahnya ditambah. Dia mengaku sudah sering mengusulkan ke Dinas Perindag dan ESDM. Namun hingga kini usulan itu belum terkabul.

  

 

Source: Humas Setwan

WhatsApp Chat