Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

DPRD MENGISI RESES DENGAN MENINJAU PROGRAM PADAT KARYA

Admin Web OPD
Berita
23 November 2020 00:00:00

Image Berita


Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulonprogo telah menggelar masa reses pertama 2020-2021. Dalam kesempatan itu, para wakil rakyat tidak hanya menjaring aspirasi masyarakat tapi juga meninjau program-program pembangunan terutama program padat karya. 

Agenda semacam itu dilakukan salah satunya oleh anggota DPRD Kulonprogo, Istana. Legislator dari Fraksi PDIP yang terpilih dari Daerah Pemilihan III, ini memusatkan kegiatan resesnya di wilayah Kapanewon Kalibawang, pada Minggu (22/11). 

Dalam kegiatan tersebut, Istana yang juga didapuk sebagai Ketua Komisi IV tak hanya menyerap aspirasi masyarakat, tapi juga meninjau langsung kondisi proyek pembangunan jalan dalam program padat karya.  

"Ya kemarin itu saya ada dua agenda, yang pertama meninjau program padat karya bersama Wakil Bupati Kulonprogo, Ketua DPRD dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulonprogo di beberapa titik, setelah itu dilanjutkan agenda reses sebagai tugas utama kami selaku anggota dewan," kata Istana kepada Harian Jogja, Senin (23/11). 

Istana meninjau dua program padat karya pembangunan jalan desa di wilayah Dusun Plengan dan Duren Sawit, Kalurahan Banjaroyo, Kalibawang. Menurut Istana, hasil kerja masyarakat yang terlibat dalam program padat karya ini sangat baik.

"Kondisinya sangat bagus, kalau dinilai itu A plus, apalagi mereka [warga] berani tombok untuk kepentingan wilayahnya. Jadi stimulan yang diberikan pemerintah itu mereka gunakan untuk membangun wilayahnya dan ini sangat bagus," ujarnya. 

Oleh karena itu Istana memberi apresiasi kepada masyarakat atas hasil kerja ini. Ia juga menyebut bahwa dengan hasil yang baik ini maka pihaknya tidak salah pilih dalam menetapkan program padat karya sebagai program unggulan yang harus dilanjutkan. 

"Sebelumnya kami memang sudah mengambil kebijakan bahwa padat karya akan dijadikan program unggulan yang di dalamnya ada unsur kegotongroyongan masyarakat. Partisipasi masyarakat terhadap pembangunan dalam bentuk gotong royong itu penting untuk dilestarikan," ucapnya.  

Seusai melakukan peninjauan, Istana bersama rombongan Wabup dan Ketua DPRD Kulonprogo lantas melaksanakan kegiatan reses utama yakni menyerap aspirasi masyarakat. Kegiatan ini dilangsungkan di Kalurahan Banjarasri, Kalibawang. 

Dalam kegiatan itu, menyerap berbagai aspirasi warga terutama yang terkait dengan program-program pembangunan seperti Bedah Menoreh dan KSPN Borobudur. Program ini terkait dengan tema APBD Kulonprogo 2020-2021 yaitu infrastruktur dan pemberdayan masyarakat. "Untuk pemberdayaan saya pertajam dengan penumbuhan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Dua hal itu aspirasi yang saya gali dari warga," ujarnya. 

Istana mengatakan infrastruktur layak jadi kebutuhan mutlak di Kalibawang dan wilayah perbatasan lainnya di Kulonprogo. Saat ini kondisi jalan di wilayah itu masih buruk, fasilitas lampu penerangan jalan umum belum memadai dan seluruh potensi masyarakat belum berkembang.

Jangan sampai pemerintah mengembangkan wilayah tanpa konsep dan tidak melibatkan warga masyarakat. Oleh karenanya dalam reses itu saya ingin menggali informasi dari masyarakat, sudah sejauh mana keterlibatan warga dalam pembangunan," ujarnya. 

Istana pun berharap apapun yang disampaikan masyarakat adalah sesuatu yang luhur dan harus diperjuangkan. Oleh karenanya pemerintah tidak boleh lari dan harus bertanggungjawab agar harapan masyarakat bisa diwujudkan. 

Kegiatan serupa juga dilakukan Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati. Di samping mengikuti peninjauan program padat karya di Kalibawang bersama Istana, Akhid sapaan akrabnya sebelumnya juga sudah meninjau daerah lain. 

Akhid mengatakan pada Sabtu (21/11), ia bersama anggota DPRD Kulonprogo, dari Fraksi PDIP, Tukijan melakukan reses di Kalurahan Jatirejo, Kapanewon Lendah dengan mengundang panewu, lurah, perangkat desa dan unsur terkait. "Melalui kegiatan ini saya ingin memastikan apakah hasil dari pokok-pokok pikiran DPRD, terutama program padat karya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," ujar dia. 

Di sana, Akhid meninjau kondisi pembangunan jalan desa sepanjang 385 meter yang merupakan program padat karya. Jalan itu dibangun menggunakan dana sebesar Rp150 juta. Menurutnya kondisi jalan itu saat ini sudah baik. 

Dari peninjauan kemarin, Akhid juga mendapati bahwa warga di sana sangat mendukung program padat karya karena program berdampak positif bagi mereka.

"Mereka mengharapkan infrastruktur terutama yang membuka akses pendidikan, Ekonomi dan sosial kemasyarakatan bisa terbangun secara baik, dan dengan adanya program ini bisa mewujudkan harapan itu," ujar Akhid. 

Dalam kesempatan itu, Akhid juga menyerap berbagai aspirasi masyarakat. Banyak dari mereka yang meminta adanya perbaikan jalan lingkungan. Menanggapi hal itu, Akhid menyarankan kepada perangkat kalurahan untuk pemetaan jalan, mulai dari jalan berstatus kabupaten, jalan lingkungan, serta saluran irigasi. Jika sudah, kemudian dilihat bagaimana kondisi seluruh jalan itu. Apabila yang rusak jalan kabupaten, segera melapor ke instansi terkait. Namun bila itu jalan lingkungan, maka pergunakan APBDes atau bisa juga minta hibah bansos berwujud program padat karya. 

Kepada anggota dewan lainnya, Akhid meminta dalam melaksanakan kegiatan reses, di samping menyerap aspirasi warga juga melakukan pembinaan dan peninjauan terkait program kerja pemerintah di tingkat terkecil. Sehingga perencanaan anggaran betul-betul dipahami oleh seluruh masyarakat Kulonprogo. 

"Dalam setahun kita ada tiga masa reses. Sementara itu kita ada 40 anggota dewan dan total kalurahan ada 88. Saya kira sangat cukup waktu itu untuk menjangkau seluruh wilayah di Kulonprogo," ucapnya.

Source: Humas Setwan

WhatsApp Chat