Kulon Progo – Komisi III DPRD Kulon Progo, yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III, Pancar Topo Driyo, S.E., melakukan inspeksi ke lokasi dam yang hanyut di sekitar Jembatan Srandakan, perbatasan Kulon Progo dan Bantul, pada hari Senin, (3/2/2025). Inspeksi ini dilakukan untuk melihat langsung perkembangan penanganan yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Opak Serayu (BBWSO).
Pancar Topo Driyo, S.E., menyampaikan apresiasi kepada BBWSO atas gerak cepat dalam menangani kerusakan bendungan. Saat inspeksi, terlihat bahwa akses jalan menuju lokasi sudah dibuat, dan berbagai material seperti border besar serta lengkuasi triapot telah tersedia di lapangan untuk mendukung rencana rehabilitasi bendungan.
Selain itu, Komisi III juga meninjau saluran irigasi di sekitar wilayah terdampak. Berdasarkan hasil pemantauan, sistem irigasi sawah yang mengairi lahan seluas 2.400 hektare tidak terdampak secara signifikan. Hal ini dikarenakan sumber aliran irigasi berasal dari Sungai Kamijoro, bukan Sungai Progo, sehingga pasokan air bagi pertanian tetap aman.
Terkait metode rehabilitasi bendungan, Komisi III memberikan catatan bahwa penggunaan border dinilai lebih efisien dibandingkan triapot. Penggunaan border lebih hemat biaya dan bisa segera diterapkan karena materialnya mudah diperoleh, berbeda dengan triapot yang membutuhkan proses pencetakan dan biaya yang lebih tinggi. Dengan kesiapan material di lokasi, rehabilitasi bendungan diharapkan bisa segera dilaksanakan untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut. Komisi III DPRD Kulon Progo akan terus mengawal proses ini agar berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.