Kulon Progo Butuh Kebijakan Tak Normal

Untuk melakukan percepatan pembangunan, Kulonprogo memerlukan kebijakan yang tidak normal. Yakni berupa kebijakan terobosan yang dapat menyentuh substansi kondisi riil yang dihadapi oleh masyarakat. Dengan harapan, potensi daerah dapat segera teraktualisasikan dan program Kulonprogo Bangkit dapat segera terwujud. 

       Demikian ditandaskan Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo Yusron Martofa SH di ruang lobi gedung dewan, Rabu (11/9).  Kebijakan tersebut, kata dia, perlu diupayakan bersama oleh eksekutif dan legislatif dengan memanfaatkan anggaran yang ada, katanya.

Yusron menilai, selama ini program pembangunan yang dilaksanakan di Kulonprogo masih cenderung normatif dan kurang fokus pada masalah yang substansial. Terlalu banyak yang dilakukan dan anggarannya terpecah di banyak kegiatan, namun belum dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan.

Menurut politisi PKB ini, sebenanrnya permasalahan yang menjadi kendala pembangunan tidak rumit.  “Di Kulonprogo tidak ada macet, banjir, preman ataupun Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sulit diatur. Kondisinya landai-landai saja. Sebenarnya sangat mudah untuk mencari keijakan terobosan yang dapat mendorong percepatan pembangunan,” tandas Yusron.

                Lebih jauh politisi asal Desa Bojong, Panjatan ini menuturkan, dengan jumlah anggaran Rp 1 trilyun di APBD 2014 banyak yang bisa dilakukan oleh Pemkab Kulonprogo. Jumlah tersebut, kata dia, yang Rp 650 miliar untuk belanja pegawai dan Rp 350 miliar untuk belanja modal.

“Yang Rp 350 miliar seharusnya bisa untuk membiayai program prioritas berupa kebijakan terobosan yang substansif. Kebijakannya apa, nanti bisa dirembuk eksekutif dan legislative. Yang penting political will-nya dulu yang harus ada,” tukas Yusron.

Di bagian lain Yusron menengarai, masyarakat Kulonprogo masih cenderung konsumtif. Itu salah satu faktor relatif tingginya angka kemiskinan.  “Salah satu terobosan itu harusnya mengarah ke peningkatan produktivitas masyarakat. Ini sangat mendesak untuk segera dilakukan,” pungkas Yusron.