Retribusi Wisata Kulonprogo Naik 2 Ribu Rupiah

Retribusi masuk obyek wisata di wilayah Kabupaten Kulonprogo direncanakan akan naik sebesar dua ribu rupiah. Dari semula tiga ribu menjadi lima ribu rupiah per orang. Kenaikan tersebut dilatarbelakangi pertimbangan bahwa tarif lama sudah tidak sesuai dengan perkembangan perekonmian dan kondisi masyarakat.

Rencana kenaikan tersebut diunagkapkan Wabup Drs H Sutedjo dalam rapat peripurna DPRD, Senin (20/4) yang beragenda Penyampaian Jawaban Bupati terhadap Pendapat Pansus dan Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi atas tiga Raperda yag saat ini sedang dibahas dewan.  Selain Wabup, Rapur yang dipimpin Ketua DPRD Akhid Nuryati itu juga dihadiri segenap Kepala SKPD di lingkungan pemkab. Ketiga Raperda yang tengah dibahas meliputi Raperda Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga, Perlindungan Terhadap Perempuan dan Anak Korban Kekerasan serta Penanggulangan Bencana.

Tarif retribusi itu, tambah Sutedjo, diberlakukan bagi delapan obyek wisata yang selama ini telah dikelola pemkab. Yakni Pantai Glagah dan Congot di KecamatanTemon, Pantai Trisik (Galur), Waduk Sermo (Kokap), Goa Kiskendo (Girimulyo), Puncak Suroloyo dan Kolam Renang Tanjungsari (Samigaluh). Tarif tersebut diberlakukan sama di delapan obyek wisata. Sebab, tutur dia, sarana dan prasarana di masing-masing obyek wisata relative sama sehingga tarifnya disamakan.

“Sebagai kompensasi dari kenaikan tarif dalam Raperda, nantinya akan diiringi dengan peningkatan pelayanan bagi pengunjung dengan meningkatkan jaminan perlindungan asuransi,” terang Wabup.

Di bagian lain Wabup menandaskan, untuk obyek wisata lain seperti air terjun Curug (Sidoharjo, Samigaluh) yang berada di lahan perorangan Pemkab tidak dapat menarik retibusi. Karena obyek wisata baru tersebut tidak dikelola Pemkab. Berkaitan dengan banyaknya lahan warga yang menjadi area wisata, pemkab telah berkoordinasi dengan Pemdes setempat. “Pemkab minta agar Kades menginventarisir lahan milik warga yang digunakan akses jalan, tempat parkir maupun area wisata untuk dimintai surat kerelaan bermeterai,” tegas mantan Asda I tersebut.

Bagi obyek-obyek wisata baru dan sedang berkembang, imbuh orang nomor 2 di Kulonprogo itu, pemkab sudah memberi arahan agar masyarakat tidak melakukan pungutan di sembarang tempat. Pemungutan yang dilakukan oleh masyarakat maupun desa harus hanya di satu lokasi saja. Tidak boleh dilakukan di setiap ruas jalan masuk. Karena akan memberatkan pengunjung dan berefek negative bagi perkembangan wisata, papar Tedjo.

Lebih jauh Wabup menjelaskan, dalam Raperda direncanakan bahwa tarif kendaraan masuk ke tempat rejkreasi akan dihapus. Dengan maksud agar masyarakat tidak merasa keberatan karena di obyek wisata masih dipungut biaya parkir. Disamping itu, kata dia, agar menjadi daya tarik masyarakat untuk berkunjung kembali ke Kulonprogo.       

“Alasan lain, bila kendaraan dipungut retribusi, maka pemkab harus memberikan pelayanan berupa pembuatan sarana prasarana untuk perparkiran,” imbuhnya