Anggota DPRD Kulonprogo Mengklarifikasi Tanah Sengketa di Pasir Mendit Desa Jangkaran

Ketua DPRD Akhid Nuryati didampingi oleh  Anggota DPRD Drs Suharto, Muhtarom Asrori, Suprapto, Muridna, dan Sugiyanto melakukan kunjungan dalam rangka mengklarifikasi mengenai tanah warga di dusun  Pasir Mendit Desa Jangkaran Kecamatan Temon yang menjadi sengketa antara warga Kulonprogo dan Purworejo, Senin (13/4).

Dalam kesempatan tersebut, rombongan diterima oleh Kepala Dusun (Kadus) Pasir Mendit  Nasir Bintoro di rumahnya. Menurut Kadus bahwasanya tanah tersebut adalah tanah milik pribadi (warga Pasir Mendit) dan sebagian lagi ada yang milik Paku Alam (Tanah PA), lokasinya jauh dari pemukiman penduduk. Sebenarnya tanah tersebut milik 36 KK warga Pasir Mendit yang luasnya kurang lebih 10 Ha dan 20 Ha milik PA Ground. “Warga juga sudah membayar pajak atas tanah tersebut, SPT Pajak ada,” tegas Nasir.

 “Dulu-dulunya tanah tersebut oleh orang tua mereka ditanami padi dan palawija. Namun dikarenakan oleh adanya air pasang laut yang menyebabkan  gagal panen. Kejadian gagal panen sering terjadi, sehingga menyebabkan pemilik tanah enggan mengelola lahan yang sering kena air pasang laut, masa setelah gagal panen sampai sebelum adanya tambak udang, oleh pemilik tanah dibiarkan tidak ada yang mengelola,” papar Nasir Bintoro.

 “Sebenarnya Letter C untuk  tanah warga Pasir mendit yang menjadi sengketa sudah ada di Desa Jangkaran, untuk sebagian  warga Purworejo yang umurnya di atas 60 tahun sebenarnya sudah mengetahui kalau tanah itu milik warga pasir mendit. Namun untuk warga Purworejo yang umurnya di bawah 60 tahun belum mengetahui,” jelas Nasir.

Tambah Kadus Pasir Mendit, tanah tersebut sekarang dikelola dan digarap untuk tambak udang  oleh warga Dusun Jati Kontal, warga dusun Gedangan dan warga dusun Karanganyar Kabupaten Purworejo tanpa seijin dan sepengetahuan warga pemilik tanah. Untuk itu, Nasir meminta kepada Anggota DPRD Kulonprogo untuk membantu mengatasi masalah tanah yang menjadi sengketa tersebut.

Menanggapi hal tersebut Akhid Nuryati mengatakan DPRD akan membantu menyelesaikan masalah tanah sengketa tersebut. Dalam kerjasama antar lembaga antara DPRD Kabupaten Kulonprogo dan DPRD Kabupaten  Purworejo telah disampaikan permasalahan tanah sengketa ini, jelas Akhid