Bupati Ingin Harga Tanah Segera Ditentukan

Dalam proses pembangunan bandara baru di Temon, Bupati Kulonprogo  dr Hasto Wardoyo berharap agar segera ada keputusan mengenai harga tanah. Harga tanah tersebut akan menjadi dasar untuk membuat kebijakan yang berkaitan dengan relokasi warga terdampak. Terutama untuk menentukan luas penyediaan lahan yang akan digunakan untuk relokasi.

Hal tersebut disampaikan Hasto dalam rapat dengar pendapat dengan DPRD, Kamis (2/4) di gedung dewan. Selain bupati, dalam rapat dipimpin Ketua DPRD Akhid Nuryati hadir pula Wabup Drs H Sutedjo dan Asda II Triyono SIP MSi.

Saat rapat berlangsung, ratusan warga yang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal (WTT) berunjuk rasa di depan gedung dewan. Mereka mempertanyakan penerbitan Izin Penetapan Lokasi (IPL) oleh Gubernur DIY yang tidak mempertimbangkan keberatan mereka terhadap pembangunan bandara.    

Untuk penentuan harga tanah itu, bupati berharap agar lembaga apprisial segera terbentuk. Karena lembaga itulah yang nanti akan menentukan berapa besar harga tanah di lokasi calon pembangunan bandara sebagai dasar perhitungan pemberian ganti rugi bagi warga terdampak. “Sebelum ada penentuan harga tanah, kami belum bisa berbuat banyak. Termasuk menentukan lokasi dan luas lahan yang diperlukan untuk relokasi warga,” katanya.

Namun demikian, Hasto menyatakan, Tim Percepatan Pembangunan Bandara (TPPB) telah memiliki data valid bagi warga yang terdampak untuk proses relokasi. Dari 600 lebih KK terdampak ada 460 KK yang ingin direlokasi, dan yang lain ingin pindah dengan memilih lokasi sendiri.

Di bagian lain Hasto menyatakan bahwa kawasan bandara tidak akan mengganggu obyek wisata Glagah. Semula, lanjut dia, patok memang sampai di dekat pelabuhan Tanjung Adikarta. Namun setelah bupati menyatakan keberatan kepada PT Angkasa Pura, kemudian patok dipindah di sebelah barat kawasan obyek wisata Pantai Glagah. Sedangkan di sebelah selatan patok berada di utara jalan aspal Glagah-Congot.

“Kawasan obyek wisata Pantai Glagah tidak akan berkurang untuk pembangunan bandara. Pak Gubernur juga setuju dengan hal itu. Untuk sebelah selatan, patok berada di utara jalan pantai. Nanti masyarakat bisa menggunakan jalan itu untuk menikmati pemandangan laut sekaliguis menyaksikan kesibukan di bandara,” ujar Hasto.