Diharapkan kapal sudah dapat masuk Pelabuhan Tanjung Adikarta

Di tahun 2015 diharapkan kapal- kapal besar sudah dapat masuk di pelabuhan Tanjung Adikarto, dengan adanya penataan kembali pemecah gelombang (break water) yang berserakan di muara Sungai Serang dan pengerukan kolam pelabuhan beserta alur sungai mulai dari mulut kolam pelabuhan sampai  muara sungai Serang sebagai pintu masuk pelabuhan.

Demikian dikatakan oleh Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan drh.Rr  Endang Purwaningrum Titi Lestari didampingi stafnya saat rapat kerja (Raker) dengan Komisi II DPRD Kulonprogo. Raker dipimpin oleh Ketua Komisi II Muhtarom Asrori SH dan dihadiri  Anggota Komisi II serta staf sekretariat DPRD di ruang rapat DPRD, Senin (26/1) .

Menurut Endang, berdasarkan informasi atau hasil  rapat yang dilaksanakan oleh  Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) untuk penataan Break Water telah diredesain kalau dulu bobotnya kurang lebih 12 ton setiap tentra point /break point nantinya akan dinaikkan menjadi 16 sampai 18 ton setiap tentra point, harapannya kedepan dengan adanya gempuran ombak tidak mudah  bergeser posisi tentra point tersebut. Seperti DED yang telah dipaparkan oleh Konsultan perencana Prof.Yuwono saat rapat dengan BBWSSO,

Untuk pengerukan di kolam pelabuhan dan alur sungai Serang nantinya mengunakan sistem Seapel yang dipancang dengan kedalaman minus 11 meter. Kalau kolam pelabuhan maupun alur sungai nantinya didalamkan hingga 4 meter tidak akan membuat bangunan disampingnya menjadi roboh ataupun ambles, tutur Endang.

Anggaran untuk penataan Break Water dan pengerukan kolam pelabuhan, menghabiskan anggaran kurang lebih 20 milyard, tambah Endang.

Kepala bidang kelautan dan perikanan tangkap Ir.Prabowo Sugondo menambahkan  dalam rangka perpanjangan Break water, Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kulonprogo telah  membuat proposal kepada Kementrian Kelautan dan Perikanan seperti yang disampaikan saat anjang sana pak bupati ke kementrian Kelautan dan Perikanan, “anggaran untuk penambahan Break Water sepanjang 80 meter menurut BBWSSO kurang lebih menelan biaya 250 Milyard sampai 300 Milyar ”, tambah Bowo.