Warga Keluhkan Kerusakan Jalan dan Drainase

Warga di wilayah Kecamatan Galur dan Lendah mengeluhkan kerusakan infrastruktur berupa jalan desa, saluran drainase dan irigasi. Kerusakan terebut dinilai menjadi kendala bagi kemajuan dan peningkatan produktivitas masyarakat yang tinggal di wilayah perdesaan.  

Hal itu terungkap dalam jaring aspirasi yang dilakukan oleh Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Kulonprogo, Rabu (21/1) di Pedukuhan Ngipik, Desa Bumirejo, Lendah. Jaring aspirasi dipimpin oleh ketua FPKB H Sihabudin, dan dihadiri seluruh anggota yakni Suharto, Ir Purwantini Nur Eni Rahayu SE dan Titk Wijayanti SE. Jaring aspirasi dalam rangka kegiatan reses akan dilakukan di lima dapel masing-masing di tiga lokasi.  

Beberapa tokoh masyarakat yang hadir dalam acara tersebut banyak mengeluhkan tentang kerusakan infrastruktur dan minta agar FPKB memperjuangkan untuk dilakukan perbaikan oleh Pemkab. Seperti dikeluhkan Dukuh Ngipik, Bumirejo Slamet. Menurut dia, di wilayah Desa Bumirejo terdapat saluran drainase di wilayah Pedukuhan Jogahan yang tidak berfungsi. Sehingga di musim hujan kali ini wilayah tersebut beberapa kali terendam banjir.

“Dulu ada saluran drainase yang berfungsi dengan baik. Namun karena di tempat tersebut untuk mendirikan bangunan, drainase itu sama sekali tidak berfungsi. Mohon kepada anggota Dewan untuk memperjuangkan agar bisa dibangun saluran baru,” pinta Slamet.

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Pedukuhan Senden, Desa Sidorejo Sudaryanto. Menurut dia, lahan pertanian yang ada di bulak Senden beberapa kali terendam banjir. Padahal saat ini petani di wilayah tersebut baru menanam padi.

“Karena baru ditanam kemudian kebanjiran, banyak tanaman padi yang mati. Beberapa petani terpaksa melakukan penanaman ulang. Ada petani yang harus menanam tiga kali. Kali besok kebanjiran lagi berarti harus menanam sampai empat kali,” katanya.

Dikatakan, penyebab banjir di bulak tersebut disebabkan tidak berfungsinya saluran drainase yang ada. Selain sempit, saluran itu tidak sampai ke saluran irigasi Sapon, sehingga air tidak bisa mengalir sampai ke saluran itu, katanya.

Selain butuh pembangunan saluran drainase, Sudaryanto juga mengeluhkan kondisi jalan menuju ke Pedukuhan Senden. Jalan yang diaspal sekitar 10 tahun lalu itu kondisinya sudah rusak cukup parah. Kendaraan roda empat sulit untuk melewati jalan tersebut, katanya.

Menanggapai keluhan tersebut, Sihabudin minta agar warga aktif dan kreatif untuk merencanakan pembangunan di wilayah masing-masing. “Kalau yang jalan desa atau lingkungan silakan diusulkan ke pemerintah desa. Yang jalan kabuypaten nati akan kami komunikasikan dengan DPU,” katanya.

Ditambahkan, mulai tahun 2015 ini beberapa anggaran dari Pemkab dilimpahkan ke desa. Antara lain yang dulu untuk kegiatan gotong royong, padat karya dan bantuan semen. “Silakan nanti dirembuk di tingkat desa,” pintanya.