Warga Karangwuni Ingin Manfaatkan Kawasan Pelabuhan untuk Wisata

Selasa, 26 Juli 2016 08:03:05 - Oleh : Humas Setwan

Bodronoyo Minta Revisi Perda Pengisian Perangkat Desa

Dewan Minta Pemkab Perbaiki Sitem Pertambangan

Empat Politisi Sementara Menanggalkan Baju Partai

Sekretariat DPRD Kabupaten Madiun Cari Referensi

Jembatan Ambles Dewan Minta Segera Diperbaiki

Belum berfungsinya secara optimal pelabuhan Tanjung Adikarta sebagai tempat pendaratan kapal nelayan mendorong warga Desa Karangwuni, Wates untuk memanfaatkan kawasan di sekitar pelabuhan. Malalui kelompok sadar wisata (pokdarwis) warga merintis pemanfaatan lokasi tersebut menjadi obyek wisata. Upaya rintisan dilakukan dengan membangun tempat parkir dan menanam cemara udang di sebelah selatan pelabuhan.

Ketua Pokdarwis Manunggal Adikarta Tri Sukarno menyampaikan maksud itu kepada ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati SE yang melakukan kunjungan lapangan bersama Komisi II di lokasi pelabuhan, Selasa (19/7) lalu. “Rintisan ini kami lakukan sejak sekitar dua bulan lalu, dan mendapat respon cukup baik dari masyarakat. Terbukti sudah cukup banyak pengunjung yang datang ke sini,” ujar Tri.

Ditambahkan, warga berkunjung ke tempat tersebut karena ingin melihat dari dekat lokasi pelabuhan. Namun, ada pula yang ingin menikmati fasilitas pelabuhan. “Saat lebaran kemarin kami menyewakan perahu untuk mengitari kolam pelabuhan hingga muara Kali Serang. Ternyata peminatnya cukup banyak,” papar Tri.

Namun demikian, Tri mengaku pihaknya tidak mau gegabah untuk memanfaatkan fasilitas pelabuhan tersebut. Dia ingin ada izin yang pasti dari pengelola pelabuhan, yakni Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. Sehingga nantinya tidak muncul masalah akibat konflik kewenangan.

“Kami mohon DPRD memfasilitasi agar kami bisa mendapat izin pengelolaan wisata ini. Prinsipnya kami ingin mengotimalkan manfaat pembangunan pelabuhan bagi masyarakat,” tandas Tri Sukarno.

Akhid Nuryati mendukung upaya yang telah dilakukan Pokdarwis Manunggal Adikarta. Sebab, menurut dia, selama ini warga Karangwuni dan sekitarnya belum memperoleh manfaat yang optimal dari keberadaan pelabuhan. Padahal, pengorbanan masyarakat untuk mendukung pembangunan pelabuhan tersebut cukup besar.

Antara lain merelakan tanahnya untuk membangun jalan masuk ke pelabuhan dengan nilai ganti rugi yang relatif rendah. Yakni Rp 800,- per metar persegi.  

“Kalau Pokdarwis akan memanfaatkan sebagian lokasi pelabuhan sebagai obyek wisata kami sangat mendukung. Dengan harapan nanti masyarakat dapat memperoleh manfaat yang lebih besar dari pengelolaan obyek wisata. Ini prospeknya cukup bagus,” tandas politisi PDIP tersebut.

Ketua Komisi II Muhtarom juga mendukung rencana Pokdarwis Manunggal Adikarta tersebut. Dia akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan pengelolaan pelabuhan. “Mudah-mudahan nanti segera bisa diperloleh izin, sehingga pengelolaan pelabuhan dan kawasan pariwisata bisa dilakukan secara sinergis dan saling mendukung,” katanya.        

« Kembali | Kirim | Versi cetak