Dukungan Pemkab terhadap Perlindungan Produk Lokal

Selasa, 22 Maret 2016 09:44:12 - Oleh : Humas Setwan

Produk lokal baik yang telah ada maupun berpotensi ada di Kulonprogo perlu dikembangkan agar mempunyai daya saing di pangsa lokal, nasional dan internasional. Pengembangan produk lokal yang dilakukan Pemkab Kulonprogo melalui kebijakan yang berupa pemberian dukungan mulai dari bahan baku, pemasaran, tenaga kerja, kepemilikan hak atas kekayaan intelektual dan sertifikasi serta keterlibatan masyarakat dan dunia usaha dalam memajukan usaha produk lokal.

Demikian dikatakan oleh Bupati Kulonprogo dr.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) saat rapat paripurna DPRD beragenda penyampaian Raperda tentang perlindungan produk lokal, penyampaian  Pendapat Pansus dan Pemandangan Umum Fraksi- fraksi terhadap Raperda Perlindungan Produk Lokal di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Senin (21/3) . Rapur dipimpin Ketua DPRD Akhid Nuryati dihadiri segenap Anggoata DPRD.  Hadir pula Bupati dr.Hasto Wardoyo,Sp OG(K) , Sekda Ir RM Astungkoro M Hum , Assek serta Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Kulonprogo.

 

Menurut Hasto, disamping kebijakan berupa pemberian dukungan Pemkab juga memberikan perlindungan kepada usaha produk lokal dalam bentuk pemberian insentif, kemudahan dalam penanaman modal, fasilitas perizinan, pembinaan dan peningkatan pertumbuhan usaha, fasilitas ketersediaan dan kesinambungan bahan baku, fasilitasi keterlibatan tenaga kerja lokal, fasilitasi kepemilikan hak atas kekayaan intelektual dan sertifikasi, fasilitasi pemasaran produk lokal dan fasilitasi sarana prasarana kerja.

 

Produk lokal dapat berasal dari produk perindustrian, perdagangan, kesenian, kerajinan, hasil pertanian dan bidang lainnya yang mempunyai ciri khas Kabupaten Kulonprogo.

“Untuk bentuk dan program perlindungan produk lokal dilaksanakan secara terarah, terpadu dan berkelanjutan,” jelas Hasto.

 

Sementara Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kulonprogo melalui juru bicaranya Edi Priyono, SIP  memberikan apresiasi terhadap Pemkab Kulonprogo yang cepat dalam menyiapkan masyarakat agar bisa berkiprah di kancah internasional menghadapi Masyarakat Ekonomi Asian (MEE). Untuk itu perlindungan terhadap produk lokal harus diberikan, jelas Edi Priyono.

Senada dengan Pansus, Fraksi PDI Perjuangan melalui juru bicaranya Yuliantoro SE mengatakan dalam rangka menghadapi MEE, maka perlunya penguatan pasar dalam negeri. Penguatan daya saing industri mutlak harus dilakukan agar produk lokal (dalam negeri/ daerah) bisa bertahan dari gempuran produk- produk impor.

“Gerakan Bela- Beli Kulonprogo yang telah dilakukan oleh Pemkab merupakan salah satu cara untuk memberikan perlindungan terhadap produk lokal dan diharapkan mampu meningkatkan daya saing serta memberikan kontribusi bagi pertumbuhan industri nasional khususnya daerah Kulonprogo,” jelas Yuliantoro.

Sejalan dengan Pansus, Fraksi Golkar  melalui juru bicaranya Wisnu Prastya mengatakan perlindungan terhadap merek dalam sistem hukum hak kekayaan intelektual merupakan suatu upaya untuk melindungi produk- produk lokal. Untuk itu merek produk lokal harus didaftarkan, sehingga terhindar dari eksploitasi/ pemalsuan dari pihak lain serta mencegah persaingan tidak sehat.

« Kembali | Kirim | Versi cetak